Tampilkan postingan dengan label Penerapan Modulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerapan Modulasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

Multiphysics Simulations of Tunneling Current Modulation using Ultra-Thin Membranes Micromachined on SOI

B. Bercu, L. Montès, G. Bacles, J. Zimmermann, and P. Morfouli
Institute of Microelectronics, Electromagnetism and Photonics, Grenoble

In this paper, we study a novel type of NEMS - tunnel junctions mounted on thin membranes.

Mechanical stress applied to the junction induces changes in the height and length of the barrier, allowing the modulation of the tunnelling current

 
Measument of the deformation of an ultra-thin silicon membrane
.

Download

Sumber: http://www.comsol.com/papers/1576/

Minggu, 27 Mei 2012

Hardware Implementation Of QPSK Modulator for Satellite Communications

Modem

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.
Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog, ketika modem menerima data dari luar berupa sinyal analog, modem mengubahnya kembali ke sinyal digital supaya dapat diproses lebih lanjut oleh komputer. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.

Jenis-jenis modem

  • Modem ISDN
  • Modem GSM
  • Modem analog yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital
  • Modem ADSL
    • Modem teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. Caranya sangat mudah, untuk ADSL diberikan sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau pembagi line. Posisi Splitter ditempatkan di depan ketika line telepon masuk. Artinya anda tidak boleh mencabangkan line modem untuk ADSL dengan suara secara langsung. Alat Splitter berguna untuk menghilangkan gangguan ketika anda sedang menggunakan ADSL modem. Dengan Splitter keduanya dapat berjalan bersamaan, sehingga pengguna dapat menjawab dan menelpon seseorang dengan telepon biasa. Di sisi lain, pengguna tetap dapat terkoneksi dengan internet melalui ADSL modem.
  • Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel
  • Modem CDMA
    • Modem CDMA yaitu modem yang menggunakan frekuensi CDMA 800 MHz atau CDMA 1x. Dan yang terbaru menggunakan frekuensi EVDO Rev-A (setara dengan 3G) dan teknologi CDMA terbaru adalah EVDO Rev-B.

    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Modem

ANALISIS PENERAPAN CODING ROTATED MODULATION (CRM) PADA SISTEM OFDM

Abstrak

Kebutuhan data akan transmisi data berkecepatan tinggi dan mobilitas user yang sangat tinggi semakin meningkat. Pada mobilitas yang sangat tinggi maka kanal akan memburuk sehingga kualitasnya pun akan memburuk dengan cepat. Untuk menangani transmisi data berkecepatan tinggi, maka digunakan sistem OFDM. Akan tetapi, OFDM tidak bisa memperbaiki atau mengantisipasi kanal yang yang memburuk dengan cepat.

Pada thesis ini diusulkan penggunaan Coding Rotated Modulation (CRM) pada sistem OFDM yang diharapkan akan memberikan hasil yang optimum. Coding Rotated Modulation (CRM) diimplementasikan dengan memutar konstelasi sinyal dan penggunaan quadrature interleaver dengan subcarrier interleaver. Pengaruh penerapan CRM diteliti dengan cara disimulasikan melalui kanal Rayleigh dengan noise AWGN.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 120 km/jam dengan jumlah subcarrier optimal 1024, sistem OFDM dengan modulasi QPSK yang menerapkan Coding Rotated Modulation (CRM) membutuhkan gain 10,87 dB untuk mencapai BER 10-4, sedangkan sistem OFDM dengan modulasi konvensional membutuhkan daya 12,56 dB. Modulasi 16-QAM dengan Coding Rotated Modulation (CRM) membutuhkan gain 1,4 dB lebih kecil dari system OFDM dengan modulasi konvensional.

Kata Kunci : CRM, OFDM

Sumber: http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option=com_repository&Itemid=34&task=detail&nim=211090015

 

Minggu, 06 Mei 2012

Modulasi dalam Telekomunikasi

Anda tau bagaimana handphone anda berkomunikasi? Bagaimana suara anda itu bisa di dengar oleh lawan bicara anda?
Dalam teknik telekomunikasi, sinya analog(suara anda) diubah menjadi sinyal digital. Sinyal tersebut dimodulasikan dan dibawa ke tempat/handphone tujuan anda dan didemodulasi sehingga lawan bicara anda dapat mendengar suara anda di handphonnya.
Begitulah gambaran sederhara dari proses pengiriman informasi (suara anda).

Pada bagian ini, saya akan lebih berfokus pada proses modulasi. Proses modulasi itu ada di bagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah modulasi analog dan yang kedua adalah modulasi digital.

Sebelumnya, apa sebenarnya modulasi itu??
Modulasi itu adalah proses penumpangan sinyal informasi (ex: suara anda) ke sinyal pembawa (carrier). Analoginya adalah, untuk pergi ke bulan, anda membutuhkan pesawat luar angkasa ke sana. Pesawat luar anggkasa itulah carrier-nya, anda adalah sinyal informasinya, dan proses anda naik ke pesawat itulah yang disebut dengan modulasi.
Tanpa adanya modulasi, informasi tidak akan terkirim. Hal tersebut karena untuk mengirimkan suatu sinyal pada jarak tertentu, di perlukan frekuensi yang tinggi. Semakin tinggi frekuensinya maka semakin jauh jangkauan antarnya. Oleh karena itu, diperlukan lah carrier dengan frekuensi yang jauh lebih tinggi daripada frekuensi sinyal informasi.

Ada dua maca modulasi analog yang sering kita jumpai, terutama bagi anda-anda yang senang mendengarkan radio.
Yang pertama adalah amplitud modulation (AM) : pada modulasi ini, besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya amplitudo dari carrier, tanpa mempengaruhi besarnya frekuensi carrier.
Dalam AM ada istilah index modulasi (m). Index modulasi ini menggambarkan kondisi dan kualitas signal yang sudah dimodulasi.

m = Vs/Vc ,

Vs=amplitud maks dari sinyal informasi
Vc=amplitud maks dari sinyal carrier

Ketika m>1 maka akan terjadi yang namanya overmodulation. Hal ini menyebabkan terjadinya penyimpangan informasi.

Yang kedua adalah frekuensi modulation (FM) : pada modulasi ini, besarnya amplitudo sunyal informasi mempengaruhi besarnya frekuensi dari carrier, tanpa mempengaruhi besarnya amplitudo carrier.
  Sumber: http://rahmatbuyunghardi.blogspot.com/2009/02/modulasi-dalam-telekomunikasi.html

Teknik Modulasi Pada ADSL

Pada InterNode http://www.internode.on.net/adsl2/graph/index.htm di perlihatkan gambar kecepatan vs jarak dari teknologi ADSL, ADSL2, dan ADSL2+. Kecepatan maksimum masing-masing teknologi cukup tinggi, dengan 24Mbps untuk ADSL2+, 12Mbps untuk ADSL2, 8Mbps untuk ADSL. Memang kecepatan tinggi ini tidak dapat digunakan untuk jarak jauh, umumnya kurang dari 1.5km saja.
Untuk jarak jauh sampai sekitar 5.5km, ADSL cukup dapat di andalkan untuk mencapai kecepatan 2Mbps tentunya dengan asumsi kabel yang digunakan baik, tidak ada isolator yang rusak, tidak ada interference dll.
Secara umum ada dua standar modulasi yang digunakan ADSL. Pertama adalah CAP (Carrierless Amplitude Phase) dan kedua adalah DMT (Discrete Multi Tone).
  • CAP (carrierless amplitude/phase modulation) adalah teknik modulasi yang digunakan pada ADSL di awal perkembangannya. Teknik ini membagi spektrum frekuensi yang dilalukan pada kabel ADSL menjadi kanal suara (0-4KHz), kanal upstream data (25-138KHz), dan kanal down stream data (240KHz ke atas). Pemisahan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kemungkinan interferensi antar kanal. Pada hari ini, DMT (Discrete Multitone) lebih di sukai daripada CAP.
  • DMT (Discrete Multitone) – adalah metoda yang paling banyak digunakan pada ADSL hari ini terutama pada modulasi G.dmt dan G.lite, jaringan ADSL Telkom tampaknya menggunakan G.dmt. DMT akan membagi frekuensi menjadi 256 kanal yang masing-masing lebarnya 4.3125KHz. Dengan menggunakan algoritma FFT (Fast Fourier Transform) untuk melakukan modulasi QAM (Quadrature Amplitude Modulation) di setiap kanal dapat di atur secara terpisah kecepatan data yang dikirim. Dengan cara ini DMT dapat mengeliminasi salah satu kanal-nya jika ada gangguan / interferensi di kanal tersebut, interferensi yang sering masuk antara lain dari radio pemancar broadcast AM yang memang frekuensi-nya dalam satuan ratusan KHz. Lebih detail tentang DMT, alokasi kanal adalah sebagai berikut
Downstream:
G.dmt membagi 26 s/d 1104 kHz menjadi 249 sub-kanal
G.lite membagi 26 s/d 578 kHz menjadi 127 sub-kanal 
Upstream:
26 s/d 138 kHz, menjadi 25 sub-kanal upstream 
 
 
Sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Teknik_Modulasi_Pada_ADSL